Galeri Baca, lini bisnis terbaru dari wetick.com Mei 25, 2011
Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, My Event Organizer.add a comment
Hari ini, saya berhasil menyelesaian serta meluncurkan lini produk baru dari wetick.com, galeri baca. Berlokasi di tubagus ismail 57 D, Bandung. Melenceng sekitar 6 hari dari yang ditargetkan, tapi hasilnya cukup memuaskan. Hingga kini, kami berhasil mengumpulkan lebih dari 600 koleksi dan akan terus bertambah demi memuaskan pengunjung dan anggota wetick.com. Semoga pendirian galeri baca ini mampu menjadi pemicu kemajuan wetick.com.
Untuk promosi, kami menyiapkan event promo yaitu gratis baca di tempat selama mendaftar sebagai anggota. Promo ini berlaku hingga 31 Mei 2011. Ke depannya, galeri baca ditargetkan sebagai spot pengiriman buku yang dilakukan wetick.com sehingga anggota tak perlu kebingungan untuk melakukan peminjaman koleksi wetick.com.
Ayo tim wetick.com, kita ramaikan jagad dunia buku di Indonesia dengan kemampuan kita. Semangat kawan-kawan.
Mensolidkan Tim Maret 19, 2011
Posted by faridauliatanjung in about myself, Kisah Harianku, My Event Organizer, Pemikiranku.add a comment
Seperti yang telah saya jelaskan di posting sebelumnya, saya berniat untuk mengembangkan perusahaan yang saya dirikan yaitu wetick.com. Kami tertarik untuk mengembangkan aplikasi mobile pencarian harga buku dan “galeri baca” yang merupakan kantor kontributor wetick.com untuk mengirimkan buku pesanan dan melayani pembaca yang ingin mengaktifkan keanggotaan wetick atau menikmati akses baca gratis di perpustakaan kami.
Ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan banyak dana, waktu, tenaga, dan pikiran untuk berhasil mencapai kesuksesan atas setiap target yang kami rencanakan. Untuk itu, wetick membutuhkan personel yang memiliki kemauan kuat, konsisten, dan berkomitmen untuk memberikan kinerja serta dedikasi terbaik demi kesuksesan wetick. Masing-masing personel harus solid dan saling menyokong satu sama lain.
Saya mencoba melakukan banyak hal untuk mewujudkannya. Meskipun begitu, saya harus akui kalau tim ini belum solid dan terdapat beberapa kekurangan yang harus segera saya atasi. Permasalahan utama yang harus saya selesaikan berdasarkan prioritas adalah:
- Kesolidan tim
Kerjasama personel wetick belum solid. Masing-masing personel bergerak sendiri-sendiri dan belum menunjukkan kemauan ataupun insiatif untuk bekerjasama hasil yang diperoleh sempurna. Selain itu, personel cenderung belum mampu untuk melakukan koordinasi dengan personel lain untuk pekerjaan yang membutuhkan kerjasama antar bagian. - Belum ada komitmen untuk membuat wetick sebagai website yang sukses
Menjadikan wetick sebagai website yang sukses dan ramai dikunjungi pengguna internet memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi personel kami umumnya masih memiliki banyak kekurangan dalam hal keahlian teknis bagian masing-masing. Meskipun begitu, komitmen yang kuat harusnya bisa menjadi senjata bagi kami mengatasi kekurangan tersebut. Masing-masing dari personel sepertinya sibuk dengan urusannya masing-masing dan kurang memiliki keinginan untuk berjuang secara total untuk kemajuan wetick. - Para personel belum memiliki totalitas dalam bekerja
Idealnya, dibutuhkan waktu selama 10.000 jam kerja untuk membuat kita meraih kesuksesan. Agar mampu meraih kesuksesan luar biasa dalam waktu 5 tahun, kami membutuhkan dedikasi kerja secara intensif selama 8 jam kerja. Jika menghitung waktu yang dibutuhkan selama 3 jam untuk dapat fokus bekerja, maka dibutuhkan dedikasi selama 11 jam untuk setiap orang. Sementara itu, kami masih belum mampu untuk membentuk personel yang bersedia bekerja total seperti itu. Para personel umumnya memilih untuk mengikuti rasa malas ataupun melakukan hal lain yang mungkin saja lebih menyenangkan menurut mereka dibanding untuk bekerja melakukan sesuatu demi wetick (termasuk saya sendiri). - Inisiatif personel masih kurang
Permasalahan ini merupakan permasalahan utama yang akan muncul jika seseorang belum memiliki rasa kepemilikan terhadap apa yang ia kerjakan, termasuk di wetick.com. Para personel seringkali pasif untuk mencari tahu informasi mengenai wetick. Personel juga sulit untuk mencari berbagai cara agar kinerja yang dihasilkan maksimal, umumnya hasil kinerja yang dilakukan personel dikerjakan seadanya.
Kekurangan ini menurut saya masih tergolong wajar mengingat penambahan personel wetick baru terhitung 2 bulan. Dengan beberapa target yang diraih di kemudian hari, wetick membutuhkan upaya-upaya yang dapat meningkatkan kesolidan tim. Beberapa yang menurut saya perlu dilakukan adalah:
- Perbanyak kegiatan-kegiatan yang mengharuskan masing-masing personel wetick bekerjasama untuk mengerjakannya.
Kurangnya interaksi kerja antara masing-masing personel wetick menjadikan para personel kurang memiliki rasa kepemilikan terhadap wetick. Kurangnya rasa kepemilikan akan menjadikan personel tidak memiliki komitmen terhadap apa yang ingin dicapai. Saya akan mencari berbagai cara agar interaksi personel melalui berbagai kegiatan dapat ditingkatkan. - Berikan kepercayaan pada personel untuk bertanggung jawab pada suatu kegiatan penting.
Progres wetick yang masih belum memenuhi harapan membuat wetick belum menemui hambatan dan tantangan yang mendesak. Agar para personel mau bekerja secara total, dibutuhkan tantangan dan hambatan yang lebih sehingga para personel tertantang untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam menyukseskan wetick. Untuk itu, saya akan mulai menyusun rencana yang bertujuan untuk meningkatkan performa dan reputasi wetick sehingga meningkatkan dinamika permasalahan di wetick.com - Berikan kebebasan bagi personel untuk berkreasi
Sempitnya lingkup kerja dari wetick membuat para personel seringkali menemui tanggung jawab yang bertabrakan dengan personel lainnya. Untuk itu, wetick harus memperluas lingkup kerja dengan melakukan inisiatif-inisiatif baru dalam pemasaran dan operasional. Dengan begitu lingkup kerja dari wetick menjadi semakin luas dan para personel dapat menemukan ruang untuk berkreasi secara bebas. - Tetapkan target besar secara secara spesifik dan terukur
Karena merupakan perusahaan yang baru dan belum berpengalaman, para personel wetick masih bergerak secara impulsif dalam menetapkan target. Hal ini sangatlah wajar selama kondisi tak dapat diperkirakan. Untuk itu, saya ingin perusahaan mampu mencapai target-target yang cenderung sulit diraih dan bisa jadi beresiko tinggi. Target tersebut akan saya rancang dengan spesifik dan terukur sehingga para personel mampu mengembangkan kreativitasnya untuk mencari cara mewujudkan target. Dengan semakin banyak kesuksesan yang kami raih, tim harusnya dapat menjadi solid dan komitmen para personel terhadap kesukesan wetick semakin tinggi.
Upaya-upaya tersebut masih dalam konsep secara garis besar dan belum saya jabarkan dalam langkah dan tindakan yang nyata dan terencana. Untuk itu saya butuh rekan-rekan wetick semua menyukseskan langkah-langkah yang ingin saya terapkan di tim wetick. Dibutuhkan waktu, konsentrasi, pikiran, dan tenaga agar kita dapat menjadi sukses. Tetapi itu bukanlah yang terpenting. Yang terpenting adalah kita dapat menjalankan misi kita dengan sempurna dengan kerjasama tim yang baik dan solid. Keberhasilan adalah hadiah untuk itu semua.
Expect Your Market and Expect Yourself Februari 27, 2011
Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, My Event Organizer, Pemikiranku.add a comment
Hari ini, saya dan tim wetick.com (perusahaan perpustakaan online yang saya bangun bersama teman-teman saya) mengisi stand di kegiatan Try Out SNMPTN se-Bandung. Kebetulan kami juga sedang mengadakan kegiatan “Berbagi Cerita Dengan 10 Menit Membaca” yang memanfaatkan media online, facebook.com, untuk menyelenggarakan acara ini. Inti dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang menurun dikarenakan adanya pergeseran budaya dan paradigma.
Kegiatan berlangsung hari minggu, 27 Februari 2011. Kami telah merencanakan untuk mengikuti kegiatan semenjak 1 bulan sebelumnya, namun baru mendapatkan kepastian h-1 karena dana untuk untuk mengadakan pameran yang belum cair. Sekitar jam 4 sore, kami mulai menyiapkan materi dan logistik yang dibutuhkan agar para pelajar SMA yang sebentar lagi akan lulus itu tertarik menuju ke stand kami dan mengikuti kegiatan yang kami adakan.
Sebelum kami memutuskan untuk mengambil lokasi di stand Try Out SNMPTN tersebut, kami telah melakukan analisis mengenai seperti apa perilaku dari target pasar yang kami tuju, seberapa kuat produk yang kami tawarkan kepada kebutuhan mereka, dan bagaimana metode yang tepat agar target pasar tertarik untuk mengikuti kegiatan yang kami adakan. Beberapa kesimpulan berhasil kami dapatkan seperti:
- Tingkat pendidikan peserta yang hadir di Try Out umumnya adalah SMA kelas 3, artinya mereka kebutuhan membaca yang cukup tinggi dikarenakan harus berusaha untuk lulus SMA dan menembus ujian penerimaan mahasiswa baru. Namun bisa jadi mayoritas dari mereka merupakan orang-orang yang kurang berminat membaca dikarenakan budaya lingkungan SMA yang terdapat di hampir seluruh daerah di Indonesia.
- Para peserta bukanlah orang-orang yang memiliki buying power yang tinggi dikarenakan keuangan mereka masih bergantung kepada orangtua. Meskipun begitu, pada umumnya siswa SMA yang terdaftar sebagai peserta bisa jadi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga atas. Untuk itu, tidak tertutup kemungkinan menawarkan produk perpustakaan online wetick.com selain juga menawarkan peserta untuk mengikuti acara yang kita adakan.
- Paradigma para remaja yang banyak diiming-imingi dengan bersenang-senang merupakan hal yang harus diperhatikan dalam melancarkan kampanye di stand Try Out. Bagaimanapun juga, masa SMA masih dipenuhi dengan berbagai kesenangan yang sangat untuk dilewatkan dibanding harus membaca buku.
Kami juga melakukan analisis terhadap kondisi internal yang dihadapi oleh pihak kami sendiri. Beberapa kondisi yang harus diperhatikan untuk menyiapkan pameran ini adalah:
- Kru yang harus menyiapkan pameran sedang dipenuhi oleh kesibukan di kegiatan kampus. Oleh karena itu, manajemen waktu dan persiapan haruslah dipersiapkan dengan kesiapan fisik para kru.
- Berpartisipasi pada pameran merupakan momen pertama bagi kami. Oleh karena itu terdapat kemungkinan tingginya kesalahan dalam persiapan maupun eksekusi di stand Try Out nantinya.
- Kurangnya jam terbang para kru dalam melaksanakan operasional bisnis cenderung menyebabkan product knowledge yang rendah. Kondisi tersebut memungkinkan informasi yang disampaikan menjadi tidak dipahami oleh peserta.
Sebelum memutuskan untuk mengikuti kegiatan ini, itulah berbagai pertimbagan utama yang kami jadikan referensi dalam mengambil keputusan. Namun ada juga keuntungan yang akan kami peroleh dengan mengikuti kegiatan ini seperti:
- Menciptakan awareness bagi para pelajar SMA sehingga dapat memudahkan kami untuk mempromosikan kegiatan ini.
- Mendorong para kru untuk berinteraksi dengan target pasar sehingga memberikan insight mengenai kesan masyarakat terhadap produk dan kegiatan yang kami adakan.
- Memberikan peserta jam terbang untuk memahami teknis operasional. Kondisi ini dapat membuat kru menjadi lebih terampil dan cekatan dalam melaksanakan teknis usaha.
- Membuat para kru menjadi solid dan siap untuk berjuang bersama mengembangkan usaha perpustakaan online wetick.com.
- Memberikan kontribusi pemasukan terhadap produk kami jika terdapat peserta yang bersedia mendaftarkan diri untuk menjadi anggota wetick.com.
Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk mengikuti pameran ini dan mempersiapkan segala kebutuhan walau waktu yang tersedia cenderung tidak realistis, sekitar 12 jam. Ditambah lagi pengalaman kami dalam mengadakan pameran bisa dibilang masih nol. Namun terlihat bahwa para kru siap untuk mengambil kesempatan ini. Meskipun keletihan dan ketakutan akan rugi menyerang kami, namun berbagi beban dan kesenangan bersama membuat kami merasa yakin bahwa kami bisa.
Di Hari-H, kami telah siap. Stand telah berdiri dan peserta telah bersiap mengunjungi stand kami. Sebelumnya kami menargetkan untuk mendapatkan 200 peserta yang bersedia mengikuti kegiatan yang kami adakan “Berbagi Cerita Dengan 10 Menit Membaca”, dan 10 peserta yang akan mengaktifkan keanggotaan wetick.com.
Meskipun begitu, kami juga telah mempersiapkan kemungkinan realistis yang terjadi yaitu:
Ada banyak peserta yang berkunjung namun hanya sedikit yang akhirnya tertarik untuk berpartisipasi di kegiatan yang kami adakan. Kami perkirakan hanya sekitar 20 peserta yang nantinya akan berpartisipasi.
Tidak ada satupun peserta yang akan mengaktifkan keanggotaan di wetick.com. Kami menyadari bahwa para peserta bukanlah orang-orang yang memiliki penghasilan sendiri sehingga sulit bagi mereka untuk mengeluarkan uang pada sesuatu yang masih baru dan belum tentu mereka sukai.
Kenyataannya? Beberapa prediksi realistis kami ternyata tidak meleset jauh. Memang banyak peserta yang hadir ke stand kami (mungkin sekitar 100an orang), tetapi kebanyakan hanya melihat-lihat dan jarang yang tertarik untuk mengikuti kegiatan yang kami adakan (kami hanya mendapat 13 partisipan). Dan yang pasti, ternyata memang tidak ada satupun yang tertarik untuk menggunakan layanan meminjam buku per bulan yang kami sediakan.
Meskipun begitu, saya puas dengan usaha yang dilakukan kru wetick.com. Semuanya bekerja keras untuk menyiapkan stand, melayani pengunjung, dan mengajak pengunjung untuk mengikuti event yang kami adakan. Selain itu, rasio keberhasilan dalam mengajak orang bergabung di kegiatan ini bisa dibilang cukup baik. Kami didatangi sekitar 100an orang dan 13 diantaranya mau untuk mendaftarkan diri sebagai peserta di kegiatan ini. Artinya sejauh persiapan kami lakukan dengan baik, meskipun hasil yang diperoleh tidak seperti yang ditargetkan.
Hal terpenting yang kami peroleh dari mengadakan kegiatan ini adalah:
“Anak SMA begitu takut untuk mendengar kata buku”
Hal tersebut terbukti berulang-ulang kali ketika kami menjelaskan kegiatan yang kami adakan. Ketika kata buku mulai disampaikan, ekspresi wajah mereka menjadi berubah dan tanggapan mereka mulai dingin. Yah, tidak semuanya memang, tetapi mayoritas seperti itu. Sepertinya harus ada upaya perbaikan dalam menyampaikan kegiatan agar mereka tertarik dengan event yang kami adakan.
Ada banyak lagi hal menarik yang bisa kami peroleh yang akan menjadi masukan bagi kami dalam melakukan perbaikan. Dari sini, kami memahami bahwa kondisi internal maupun eksternal harus diperhatikan secara detail dan menyeluruh sehingga rencana yang telah disusun mampu berjalan memenuhi yang ditargetkan. Meskipun tidak mendapatkan waktu persiapan yang luang, tetapi kami berhasil menyiapkan internal kami secara mengesankan. Namun, kami harus mengakui bahwa profiling peserta tidak kami lakukan dengan baik sehingga belum berhasil untuk melakukan kampanye yang tepat dan menarik kepada para peserta yang hadir di Try Out SNPMTN 2011 tersebut. Ternyata rencana yang sempuna harus dirancang dengan data mengenai target pasar secara detail dan akurat, serta dengan kesiapan pribadi.
Meskipun stand hari ini tidak membuahkan hasil yang signifikan, namun pengalaman dan pelajaran yang diperoleh begitu luar biasa. Semoga ada banyak lagi perbaikan yang kami dapat untuk membuat wetick.com menjadi lebih baik dan memberikan kepuasan kepada anggota. Mari kita mulai membaca.
One Stop Future Challenge ep.4 Juni 20, 2008
Posted by faridauliatanjung in My Event Organizer.2 comments
Buat temen2ku para panitia yang bingung mengenai kabar terbaru One Stop Future Challenge, silahkan baca updatean terbaru dari sini.
Proposal bakal diajuin ke MPA ntar malem. Proposal yang diajuin ada 2 versi. Proposal versi tipis dan proposal versi tebel. Yang versi tipis dah jadi, tinggal yang versi tebel aja. Males euy ngerjainnya, kebawa hawa liburan jadi gini deh. Ga Produktip!!
Abis rapat ntar malem, panitia yang ada di Bandung mesti siap bertarung hari senennya ke Jakarta buat nge-danus. Biar lebih afdol, kita bakal kumpul dulu buat nge-rapatin tujuan pengiriman proposal bin persiapan menuju ke kegiatan danus yang terarah. Daripada musik metal lebih baik musik jazz (???) pusing…
Temen – temen panitia yang blom terlibat, sok ateuh ntar wajib ngebantu lewat nghubungin rekanan yang kiranya berkenan diajakin nyponsorin kegiatan ini. Kita butuh anggaran lumayan gede (50 juta lebih).
Buat temen – temen panitia, semangat yuk!!
One Stop Future Challenge ep.3 April 13, 2008
Posted by faridauliatanjung in My Event Organizer.add a comment
Hari sabtu, 12 April 2008 yang lalu, tim inti dari OSFC mengadakan rapat pada pukul 05.30 W.I.B guna merumuskan konsep dari OSFC sekaligus melaporkan kinerja sementara dari masing – masing divisi. Awalnya aku emang telat, maklum ketiduran. Beruntungnya ada staf yang membangunkanku dan membuatku terjaga sehingga bisa mengkuti rapat yang kupimpin. Kupikir aku benar – benar telat, tapi ternyata baru 3 orang, termasuk aku, yang hadir pada rapat. Yah, gapapa lah. Yang penting ada orang dulu. Aku menunggu hingga kira – kira 5 menit, namun mereka tak kunjung datang. Aku mengujungi kamar – kamar seluruh panitia sembari membangunkan dan mengundang rapat. Untungnya banyak panitia yang bisa menghadiri walaupun lebih banyak yang ga bisa menghadiri karena mengikuti ujian dan OSJUR.
Tapi ada satu kasus yang membuatku merasa Bete. Salah satu panitia inti ada yang menolah ikut rapat karena alasan yang menurutku sangat dibuat – buat. ya sudah, kalo emang merasa ada hal lain yang lebih penting aku ga bkal memaksa dan aku masih bisa mencari sumber daya lain yang jauh lebih berkualitas dan mampu berkomitmen serta menyelesaikan masalah.
Untuk menangani masalah ini, aku telah mengeluarkan orang tersebut dari kepanitiaan dan mencari penggantinya. Kembali ke hasil rapat.
Untuk rapat kali berhasil dirumuskan beberapa alternatif lokasi kegiatan yaitu Landmark, Sabuga, dan GOR. Kemudian seluruh panitia inti wajib memberikan rincian anggaran yang dibutuhkan untuk mengadakan acara ini. Rincian anggaran diberikan paling telat diberikan pada hari kamis, 17 April 2008 ke Bendahara (Momon). Selain rincian anggaran, khusus panitia acara, materi, rundown, juklak dan juknis sudah mesti siap dan dipaparkan pada pertemuan selanjutnya. Hal ini dilakukan agar pada rapat selanjutnya konsep acara ini telah siap dan memberikan hasil yang maksimal pada keberlangsungan acara.
Pencapaian penting terdekat yang ingin diraih oleh tim OSFC adalah menyelesaikan proposal dan mengajukannya ke MPA. Hal ini penting agar fokus tim tetap terjaga dan terdapat pencapaian yang terukur dari kinerja anggota tim. Pencapaian penting ditargetkan tercapai pada akhir april 2008 untuk menyelesaikan proposal, dan awal mei 2008 untuk rapat dengan MPA. Kita pasti bisa!!
Untuk agenda terdekat, kepada para panitia inti diharapkan menyelesaikan rincian keuangan masing – masing divisi pada hari kamis,17 april 2008 (seperti yang dijelaskan di atas), kepada Momon (A22). Kemudian kita akan mengadakan rapat panitian inti kembali pada hari Sabtu, tanggal 19 april 2008. Dari sana, kita akan menyusun draft proposal dan merumuskan pada rapat besar kepanitiaan inti, rabu 23 april 2008. Ayo bung semangat!! Acara ini pasti mampu berjalan dengan baik dan sukses.
One Stop Future Challenge ep.2 April 4, 2008
Posted by faridauliatanjung in My Event Organizer.3 comments
Yeah, hari ini rapat sosialisasi acara besar yang ingin ku inisiasi telah sukses.
Sebagian besar BP dan Capeng mau untuk aktif menjadi panitia pada kegiatan ini(walau ga tau deh seberapa besar keaktifannya, ya ga bung. Hehehe…). Melihat animo yang dibangun oleh seluruh panitia, aku jadi optimis acara ini sepertinya bisa berjalan dengan sukses dan menguntungkan. Aku cukup berusaha untuk menjaga semangat dan motivasi temen – temen agar tetap stabil hingga acara berakhir.
Banyak ide dan saran dari seluruh rekan – rekan BP yang baru dan beberapa cukup menarik, namun sepertinya tidak mungkin aku mengeksekusi semuanya mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya. Dari rapat tadi, sepertinya akan ada sedikit perubahan pada konsep acara. Perubahan itu terletak pada akan munculnya kegiatan Community Development dari panitia kepada seluruh peserta Talent Mapping ditambah dengan inisiasi untuk menambah nilai penarik kegiatan ini dengan mendatangkan pentas musik. Ide yang sangat menarik, sepertinya untuk pentas musik akan sedikit aku modifikasi menjadi pentas musik akustikan dari band – band yang telah terkenal dan punya fans yang besar. Konsep akustikan kurasa akan lebih sesuai dengan nuansa masa depan yang kami tawarkan mengingat nantinya lebih membutuhkan peralatan yang lebih simpel dan listrik serta sound system yang relatif tidak rumit. Mungkin bisa sekalian menjadi ajang audisi pengisi acara kegiatan ini kali yak?? Hehehe…
Selain perubahan beberapa konsep acara, Rapat ini juga berhasil membentuk susunan kepanitiaan serta merumuskan para panitia inti. Berikut panitia inti yang terbentuk bung :
Ketua -> Farid Aulia Tanjung, Kepala Divisi : Divisi acara -> Sufi, Sub divisi Pameran -> Haris NH, Sub Divisi Pameran -> Fithro Rizki, Sub Divisi Talent Mapping -> Zaki, Divisi Logistik -> Bagus, Divisi Dokumentasi -> Epul, Divisi Marketing -> Riza A.K.A Sasek, Sub Divisi Roadshow -> Anto, Sub Divisi Publikasi -> Akbar, Sub divisi Ticketing -> Azwar, Divisi Marketing -> Yayat, Divisi Sekrtariat -> Aden, Divisi Keuangan -> Iman, Community Development -> Imam.
Ayo semangan kawan!! Mari kita buktikan identitas kita sebagai tim CUPI’S!!
Oia, masih ada lowongan untuk menjadi kepala divisi perijinan, dan divisi konsumsi loh.. Penghuni atau Calon Penghuni BG tertarik?? Ditunggu…
One Stop Future Challenge ep.1 April 3, 2008
Posted by faridauliatanjung in My Event Organizer.add a comment
Ini adalah posting special untuk menyimpan kenangan dan perkembangan kinerja acara besar yang sedang kurancang bertema One Stop Future Challenge.
Acara ini dirancang oleh diriku pribadi. Berawal dari kemandekan konsep bisnis education consulting bersama rekanku. Awalnya kami ingin membuat sebuah lembaga pelatihan yang berfungsi melatih generasi muda(SMA) agar mampu menentukan jalan hidup mereka setelah lulus dari SMA. Kami ingin bekerjasama dengan sebuah lembaga training yang terkenal di Bandung, namun sepertinya mereka tidak menanggapi permintaan kami. Okey, bukan sebuah masalah, menurutku. Akhirnya aku dan rekanku ini vakum dari kegiatan bisnis ini selama beberapa pekan.
Namun, sebuah ide melintas di pikiranku secara mendadak ketika menyaksikan try out yang dilaksanakan oleh angkatan baru di asramaku. Try out adalah sebuah acara yang rutin diadakah setiap tahunnya oleh asramaku dan dalam 3 tahun belakangan selalu mendapatkan keuntungan. Namun yang terjadi justru sebaliknya di tahun ini, panitia pelaksana try out tahun ini terancam rugi mencapai jutaan rupiah. Wajar sih, ga ada nilai inovatif yang mereka jual untuk mengadakan try out kali ini. Ditambah lagi mereka bersaing dengan pihak lain dalam mengadakan try out. Disini ga punya nilai inovasi, disana sangat inovatif. Wajar banget kalo kalah.
Akhirnya aku berinisiatif gimana kalo sesekali aku membuat kegiatan seperti try out dalam hal kemudahan pelaksanaan kegiatannya, artinya mampu dilaksanakan oleh orang selevel mahasiswa, dan semeriah even – even yang akbar seperti dance competition, race, konser musik, dll. Untuk itu aku mendapatkan konsep bernama One stop future challenge.
Acara memiliki makna mengenai sebuah tempat yang lengkap menyediakan gambaran yang akan terjadi di masa depan dan bagaimana seorang pemuda bersiap menghadapinya. Rangkaian kegiatan acara ini adalah “try out” talent mapping, seminar, dan pameran.
Acara ini akan digelar di gedung yang punya akses yang besar untuk didatangi pelajar, terutama pelajar SMA. Aku menargetkan berhasil mendatangkan minimal 1000 peserta. Acara ini berlangsung selama 1 hari dan akan diadakan pada akhir bulan Oktober atau pada bulan november. Agar acara ini sukses, aku mengajukan acara ini untuk di-eksekusi oleh departemen penelitian dan pengembangan usaha di asramaku. Kebetulan aku menduduki jabatan menteri di asrama ini.
Singkat cerita para anggota departemenku setuju dan mau bergabung dalam kepanitiaan. Kini kami sedang mempersiapkan konsep acara dan menyusun proposal untuk mengajak sponsor turut bergabung menyukseskan acara ini. Ini adalah sebuah acara yang inovatif, besar, dan kupikir berkontribusi besar kepada masyarakat. Dalam menyusun anggaran acara ini, aku berharap seluruh kebutuhan anggaran acara bisa ditutupi dari sponsor acara sehingga pemasukan dari peserta dan peserta pameran bisa menjadi hasil keuntungan bagi kami, pelaksana acara. Karena sesungguhnya BGpun butuh uang untuk mejalankan roda kepengurusannya.
Hari jumat, 4 April 2008, kami akan mengundang penghuni dan badan pengurus asrama bumi ganesha untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan ini. Semoga mereka mampu menigkatkan gemerlap acara ini menjadikannya sukses. Kupikir target keuntungan minimal 5 juta rupiah dari acara ini sangat mudah untuk dicapai. Masalahnya apakah kami mampu mengemas acara ini sehingga sponsor tertarik untuk bergabung adalah masalah terbesar yang harus kami selesaikan. Ini adalah sebuah peluang bisnis yang sangat terbuka menurutku.
Keberhasilan pada kegiatan ini mungkin akan menuntunku mendirikan usaha di bidang event organizing. Aku telah lama tertarik untuk memulai bisnis di bidang ini mengingat aku yakin akan kemampuanku untuk mengemas sebuah acara menjadi menarik. Acara ini akan mulai dilaksanakan dan kini telah terbentuk panitia kecil yang paling sering berurusan dengan perkembangan acara ini.
Panitia kecil : Sufi = Divisi Acara => menukangi kegiatan talent mapping, seminar, dan pameran, ; Sasek = Divisi Marketing => menukangi divisi yang berfungsi membuat acara ini menjadi diketahui oleh target pasar yaitu anak muda (terutama pelajar SMA), ; Yayat = Divisi Sponsorship => menukangi divisi yang berfungsi membuat sponsor tertarik bergabung mensukseskan kegiatan ini, ; Haris = Salah satu sub divisi yang menukangi talent mapping, seminar, dan pameran.
Panitia kecil telah mengadakan rapat 1 minggu yang lalu. Sementara kami bersama menangani acara ini sebelum nantinya akan diurus bersama oleh penghuni. Ayo kawan, semangat!!
