3 Things You Have to Know About Managing People (or Company) Januari 10, 2012
Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, Pemikiranku, Pengetahuan Menarik.trackback
Beberapa hari ini saya disibukkan permasalahan seputar mengelola perusahaan atau orang per orang. Beberapa cukup merepotkan, beberapa cukup menyenangkan. Banyak hal yang dapat dipelajari sehingga dapat menjadi solusi jika menemui hal serupa di kemudian hari. Permasalahan yang dihadapi kebanyakan seputar: kepemilikan, ide, pembagian tugas, pembagian uang, pembagian order, kebijakan strategis, dan banyak hal lainnya.
Banyak hal penting yang seringkali disepelekan oleh banyak pebisnis (terutama yang baru memulai bisnis) dan pemimpin. Berikut hal yang seharusnya wajib dipegang dan dipahami oleh para pebisnis dan pemimpin:
- Jangan merumitkan segala sesuatu
Kita sudah dibuat rumit oleh segala hal yang harus diurusi berkaitan dengan pelanggan. Kalau untuk urusan administratif sudah dibuat ribet, mending jangan jadi pemimpin atau pengusaha. Jadi Pak Lurah aja. - Dahulukan tim dibanding segalanya
Seorang pemimpin lebih melihat apa kata orang dibandingkan dengan orang yang dipimpinnya? Itu salah besar! Ketika mengelola bisnis, banyak orang yang akan terlibat dan banyak hal yang akan diurus. Orang yang nantinya akan menjadi tulang punggung anda ketika mengerjakan segala sesuatu adalah tim. Oleh karena itu, jaga tim dengan baik. Perhatikan kekompakan dan kesolidan tim dan jangan pernah menyepelekan dan mengesampingkan pekerjaan dan kontribusi mereka. Anda akan dijungkalkan oleh tim jika anda sendiri tidak menghargai tim anda. - Jangan sombong!
Pahami kemampuan anda dan kekurangan anda. Ketika berhadapan dengan sesuatu yang jelas anda tak bisa kerjakan dan ada orang lain yang dapat mengerjakan dengan lebih baik, akuilah. Meskipun anda mungkin merasa bahwa orang tersebut tidak terlalu jago ataupun ada orang yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari orang tersebut. Akuilah. Karena dengan begitu, anda memberi sebuah penghargaan yang tak ternilai terhadap orang tersebut. Namun jika anda memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan orang tersebut, bukanlah hal yang salah untuk menjatuhkan atau menunjukkan bahwa anda lebih baik. Hanya saja, akuilah jika anda berada di satu kondisi bahwa orang tersebut lebih baik dari anda.
Banyak kasus yang terjadi ketika seseorang terlalu merumitkan segala sesuatu sehingga akhirnya hancur. Tanyakan pada apple jika tidak percaya. Sebelum Steve Jobs masuk, mereka terlalu merumitkan lini produk dan manajemen perusahaan sehingga mereka direpotkan oleh hal yang seharusnya tidak repot.
Tanyakan juga kepada IBM yang tidak berkembang serta tidak mempercayai dan mengembangkan timnya sendiri sehingga harus merelakan diri untuk melepaskan singgasananya kepada microsoft.
Dan tanyakan juga kepada GM yang terlalu sombong serta memandang remeh pabrikan Jepang (Honda, Toyota, Nissan, dll) bahwa mereka tak akan menghasilkan produk mobil yang sukses dan handal.
Terlalu banyak contoh yang harus disebutkan sehingga membuat kita harusnya belajar untuk mengelola bisnis dan orang di sekitar kita dengan baik. Harusnya seorang pengusaha dan pemimpin dapat belajar banyak atas keadaan tersebut. Pelajaran berharga ini saya bagikan agar banyak orang lain yang sedang memimpin tim atau mengelola suatu perusahaan dapat belajar serta mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Jangan lupa, kesuksesan tidak hanya dilihat dari uang yang dicapai, tetapi juga dari prestasi, penghargaan, kepuasan, dan efektivitas.

Komentar»
No comments yet — be the first.