jump to navigation

Steve Jobs Biography: Review November 24, 2011

Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, Pemikiranku, Pengetahuan Menarik, Resensi Buku.
add a comment

3 Hari yang lalu saya baru menamatkan buku biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Menarik sekali.

Orang yang satu ini benar-benar “ngartis”. Jalan pikiran yang sebenarnya sederhana tetapi sulit untuk dipahami oleh orang banyak. Memaksakan kehendak, nakal, dan pemarah. Sekaligus jenius, cepat belajar, dan memiliki jiwa artistik yang tinggi. Orang ini luar biasa.

Kisah hidup jobs pada umumnya dibagi menjadi 3 bagian hidup: Macintosh, Pixar, dan iPod. Masing-masing fase kehidupan diakhiri pada usia 30 tahun, 42 tahun, dan 49 tahun. Pengalaman hidup Jobs sungguh seperti film. Seandainya perjalanan hidupnya difilmkan, pasti jauh lebih menarik daripada film social network. Kehidupannya jauh lebih berwarna dan satu lagi: “NAKAL” . Sutradara tak perlu melebih-lebihkan kisah hidup Steve dengan berbagai intrik kehidupan karena kehidupannya sendiri penuh dengan intrik.

Saya tidak dapat mendeskripsikan buku ini sebagaimana resume buku yang biasa saya tampilkan pada blog saya. Hal yang paling saya anjurkan adalah “baca buku ini”. Masing-masing orang memiliki perspektif yang berbeda mengenai kisah hidup Steve yang tak akan pernah dapat dijelaskan dengan satu artikel. Satu lagi, lebih baik anda membeli buku ini. Soalnya, buku ini jauh lebih menarik seandainya dibaca lebih dari sekali.

Jawaban dari keluhan orang-orang mengenai: “Kenapa sih orang-orang berlebihan dengan kematian Steve Jobs?” dapat ditemui di buku ini. Sadar atau tidak, ia telah mengubah landscape bisnis di seluruh dunia. Kematian orang-orang besar yang dirayakan umumnya merupakan orang-orang yang berasal dari bidang-bidang tertentu yang begitu luar biasa di mata kita seperti: penemu, seniman, pemuka agama, pejuang, pemimpin, dan penjahat. Tetapi tak pernah ada satupun seseorang yang benar-benar melegenda karena terobosan di dunia bisnis. Steve berhasil melakukannya. Ditambah dengan cara yang sangat tidak biasa.

Well, Steve mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini. Tetapi hasil karya dan pemikiran masih akan kita nikmati dan menjadi inspirasi untuk menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih indah untuk dihuni. Good Jobs!

Competition, Competitors, and Market Shares November 10, 2011

Posted by faridauliatanjung in Uncategorized.
add a comment

Baru sekitar 3 jam yang lalu saya menyelesaikan game simulasi pemasaran. Menarik sekali, berbagai pengalaman dan informasi menarik yang saya peroleh hingga akhirnya mampu meraih kemenangan (meskipun cuma sekedar level kelas).
Saya menyadari bahwa:
1. Kita tidak berkompetisi dengan kompetitor, melainkan dengan diri sendiri.
2. Untuk mencapai tujuan, kita harus memprediksi variabel yang kuantitatif maupun kualitatif.
3. Pasar memilih bukan karena kita lebih baik dari kompetitor, melainkan karena kita mampu memenuhi keinginan mereka.
Yang dimaksud dengan kita tidak berkompetisi dengan kompetitor, melainkan dengan diri sendiri adalah:
Setiap kompetitor selalu berubah dan jika kita hanya melihat dari sudut pandang kompetitor, kita hanya akan melihat pundak mereka. Jauh lebih menyenangkan jika berkaca dan melihat diri sendiri dibandingkan hanya melihat pundak orang lain.
Yang dimaksud dengan kita harus memprediksi variabel yang bersifat kuanitatif dan kualitatif adalah:
Kita tidak mampu menjadi yang terbaik jika hanya memperhatinkan variabel kualitatif, ataupun hanya kuantitatif. Pasar terus berubah dan ternyata tidak semua yang bisa dihitung dapat dipercaya dan tidak semua yang dapat dipercaya tidak dapat dihitung. Kombinasi terbaik adalah menggabungkan keduanya dengan komposisi yang tepat sehingga bisa mencapai titik optimal.
Yang dimaksud dengan pasar memilih bukan karena kita lebih baik dari kompetitor, melainkan karena kita mampu memenuhi keinginan mereka adalah:
Pasar seringkali tidak rasional, mereka kesulitan untuk membandingkan apa yang telah ada dengan apa yang kita tawarkan. Tapi jika disampaikan dengan tepat, pasar akan menyadari bahwa hal tersebut yang mereka butuhkan. Untuk itu, carilah hal yang dibutuhkan pasar, bukan membandingkan diri dengan kompetitor.
Meskipun dengan segala pembelajaran yang diperoleh dari game tersebut, dunia nyata terus berkembang. Pasar tak pernah selalu sama, tetapi selalu ada benang merah yang diketahui. Tahu bukan berarti berhasil, paham tak cukup untuk berhasil, dan bisa bukanlah jaminan untuk berhasil. Yang terpenting adalah lakukan apa yang diketahui dan cari tahu segala sesuatu yang harus diketahui. Yang belum bisa diketahui serahkan kepada Tuhan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.