jump to navigation

Kesalahpahaman Tentang Otak Kiri dan Otak Kanan Januari 7, 2011

Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, Pemikiranku, Pengetahuan Menarik.
trackback

Sebelum memulai tulisan saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2011. Semoga tahun ini dapat menjadi tahun yang lebih baik dan menyemangati kita untuk meraih kemenangan dalam setiap kesempatan.

Beberapa hari ini banyak saya habiskan dengan membaca buku. Kebetulan laptop yang menjadi andalan saya dalam mengerjakan tugas ataupun mengisi hari-hari sedang di service. Buku menjadi satu-satunya teman setia saya dalam mengisi hari.

Di banyak buku yang saya baca, sering disebutkan mengenai pentingnya peran otak kanan dalam mencapai kesuksesan. Bahkan beberapa buku menitikberatkan pada bobroknya sistem pendidikan yang dianggap terlalu mengedepankan otak kiri dibanding otak kanan. Sayangnya seringkali terdapat banyak miskonsepsi mengenai otak kiri dan otak kanan serta penerapannya dalam sistem pendidikan.

Otak kiri berfungsi untuk melakukan tugas-tugas yang bersifat sekuensial dan analitis. Oleh karena itu, otak kiri sangat berperan untuk mengerjakan tugas-tugas yang mengharuskan kita untuk berpikir detail, teliti, dan menuntut kebenaran. Lahan keahlian dari otak kiri pada umumnya berada di bidang bahasa, hukum, akuntansi, manajemen, matematika, teknik, dll. Orang-orang yang otak kirinya dominan umumnya merupakan seorang yang teratur, tutur bahasanya cermat, pandai menghitung, dan suka dengan kerapihan.

Sementara itu, otak kanan berfungsi untuk melakukan tugas-tugas yang bersifat acak dan sintesis. Otak kanan menjadi sangat bermanfaat untuk mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, personal, tata ruang, dan mengutamakan keunikan. Lahan keahlian dari otak kanan pada umumnya berada di bidang seni, budaya, marketing, komunikasi, dll. Orang-orang yang otak kanannya dominan umumnya merupakan seorang yang terkesan acak-acakan, tutur bahasanya tak tentu, jago mengkhayal, dan menyukai ruang yang terbuka.

Kondisi ini membuat orang-orang menggenalisir beberapa hal, diantaranya:

1. Otak kanan dibutuhkan untuk berkreasi, sementara otak kiri dibutuhkan untuk meniru.
Anggapan ini salah. Kreasi merupakan kegiatan mencipta. Entah itu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, atau mengembangkan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Memang otak kanan cenderung mampu melakukan pekerjaan yang bersifat acak seperti berkarya, tetapi memori manusia tidak bekerja secara abstrak. Memori manusia bekerja seperti apa yang terjadi pada komputer. Informasi yang diterima oleh otak diolah menjadi impuls listrik(bit-bit data pada komputer) dan disimpan dalam otak. Sistem pengambilan informasi dibentuk tersusun sehingga memudahkan manusia untuk mengingat sebuah informasi. Informasi sendiri diterima secara berurut mengingat informasi umumnya berasal dari panca indera. Sebagai contoh: Kita diberitahukan informasi “besok akan terjadi banjir”, maka itulah informasi yang kita simpan dan kita panggil kembali. Informasi tersebut tidak berubah menjadi “okseb jairted rijbna naka” ataupun “besok terjadi banjir akan”. Begitu pula dengan susunan gambar. Anda akan mengingat suatu gambar dengan detail lekuknya, warna, dan atribut lain yang terdapat pada gambar. Mengapa hal ini terjadi? Karena manusia hidup dalam dimensi yang sekuensial: “waktu”.
Agar dapat berkreasi, otak kanan menghubungkan berbagai kemungkinan yang ada pada berbagai informasi yang disusun dan diperoleh dari otak kiri. Oleh karena itu, seorang kreator tak akan muncul jika hanya mengandalkan otak kanan.

2. Orang otak kiri merupakan ilmuwan handal, sedangkan otak kanan merupakan seniman yang handal.
Salah. Karena seorang ilmuwan yang handal membutuhkan otak kanan dalam menemukan berbagai cara dan kemungkinan untuk melakukan sintesis ataupun analisis dari penelitiannya. Artinya, seorang ilmuwan handal juga merupakan pengguna otak kanan! Jika dia hanya menggunakan otak kiri, dia hanyalah seperti hardisk berisi berbagai data yang tak bisa diakses atau terbatas pada kemungkinan tertentu. Begitu pula dengan seniman. Agar dapat menghasilkan karya seni yang indah, maka ia harus menggunakan otak kirinya. Bagaimana mungkin dia dapat menyatakan karya tersebut indah tanpa menggunakan otak kiri. Tentu seorang seniman harus menentukan standar kategori indah saat mengerjakan suatu karya. Sementara suatu standar disusun berdasarkan perbandingan-perbandingan atau analogi. Analogi sendiri merupakan sifat dari analisis. Bukankah analisis adalah tugas otak kiri?

3. Pendidikan di sekolah hanya mengutamakan otak kiri.
SALAH BESAR! Apakah ketika di sekolah anda tidak diajarkan untuk mencari teman? Itu merupakan tugas otak kanan. Teman merupakan orang yang baru dalam kehidupan kita. Ketika ingin berkenalan tentu otak kanan kita akan bekerja untuk menemukan cara agar bisa berkenalan dengan teman yang baru, berbeda, dan pertama. Apakah ketika mengerjakan tugas dan ujian kita tidak menggunakan otak kanan? Ketika sekolah, terdapat banyak ilmu yang harus dikuasai oleh otak kita yang akan diuji ketika tugas dan ujian. Sementara tak mungkin bagi kita untuk mendapatkan ilmu itu tersusun secara rapi dan berurut. Bagaimana mungkin kita menemukan apa yang dimaksud oleh soal sehingga kita dapat menggunakan metode yang tepat tanpa menggunakan otak kanan? Bukan hanya itu, lingkungan sekolah membuat kita harus cerdik mengakali pergaulan agar dapat tetap naik kelas dan nyaman selama bersekolah. Bukankah disana otak kanan banyak dilatih? Kita mencari cara untuk beradaptasi di lingkungan baru, bagaimana mendapatkan teman, bagaimana mencari solusi pada masalah-masalah selama pergaulan. Sangat merugilah orang-orang yang kuper selama di sekolah, apalagi yang akhirnya memilih home schooling(tanpa memperluas pergaulan di luar sana).

Ada banyak lagi kesalahpahaman yang terjadi tentang otak kiri dan otak kanan di luar sana. Wajar saja, propaganda mengenai otak kiri dan otak kanan sangat berlebihan di luar sana. Beberapa informasi cenderung menyesatkan dan membuat orang percaya begitu saja tanpa berusaha memikirkan kelogisan dan kebenarannya.

Beberapa kali saya menemukan buku-buku yang menyatakan bahwa bisnis adalah dunia otak kanan. Saya tidak bisa menyalahkan, tapi fakta menyatakan bahwa 10 orang terkaya di dunia merupakan orang-orang yang sering menggunakan otak kiri berdasarkan definisi yang “dipahami banyak orang” jika dilihat dari tingkat pendidikan, dan jenis bisnis yang digeluti. Kita dapat memperluas ataupun mempersempit fakta yang ada bahwa banyak pengusaha yang sukses sangat sering menggunakan otak kirinya, bukan hanya otak kanan.

Kesimpulan saya:
Otak kiri ataupun otak kanan hanyalah simbolisme pihak-pihak tertentu yang menggunakannya untuk memudahkan orang dalam memahami cara kerja otak. Saya setuju dengan pendapat Chip Heath & Dan Heath dalam bukunya berjudul “Switch”. Ia menyatakan bahwa kerja otak itu seperti otot. Ia butuh nutrisi, butuh dilatih, dan jika dilatih dengan baik dan benar maka akan meningkatkan fungsi serta kemampuan yang dimilikinya. Seperti halnya otot, suatu saat otak juga akan melemah kinerjanya dan terbatas kemampuannya. Terutama jika jarang dilatih.
Seperti ucapan Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar, “Jenius itu 1% inspirasi, dan 99% keringat”.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.