Tempo, Ritme, dan Keseimbangan.. Kualitas yang Harus Dikuasai Seorang Pemenang.. Desember 19, 2010
Posted by faridauliatanjung in Kisah Harianku, Pemikiranku.trackback
Baru sekitar 4 jam yang lalu saya menyaksikan kemenangan timnas Indonesia di televisi. Jujur rasa haru bergemuruh di diri saya kala melihat seorang asing seperti el loco mencetak gol kemenangan bagi tim kesayangan saya Indonesia. Saya terharu dengan kesetiaan seorang asing yang lahir dan besar di Uruguay tapi menunjukkan dedikasi dan rasa cinta kepada Indonesia yang menjadi tempatnya tanah air barunya. Sungguh malu rasanya, padahal saya yang mengklaim diri sebagai Warga Negara Indonesia, lahir dan besar di Indonesia, sama sekali belum memberikan kontribusi apapun bagi bangsa saya tercinta.
Menonton kemenangan timnas Indonesia barusan membuat saya tertarik untuk membahas kualitas utama yang harus dimiliki seorang pemenang. Ada banyak sekali yang kualitas yang harus dimiliki oleh pemenang, baik sebagai tim maupun perorangan. Namun tempo, ritme, serta keseimbangan mutlak harus dikuasai seorang pemenang. Belum kita menyaksikan kenyataan bahwa Inter Milan berhasil menjadi juara liga champion musim 2009/2010 kala dilatih Jose Mourinho. Mou berhasil membuat Inter sebagai tim yang sama baiknya saat bertahan maupun menyerang.
Tak hanya Inter Milan, kita bisa melihat Alm.Chrisye yang masih melegenda dan lagu-lagunya akrab terdengar di telinga walaupun beliau sudah tidak hadir lagi di sekitar kita. Suaranya yang khas dan indah, karya2nya yang mampu diterima setiap generasi, dan konsistensinya untuk berkarir di dunia musik membuat kita harus mengakui bahwa pria yang satu ini kini menjadi salah satu legenda terbesar musik Indonesia.
Dua contoh diatas menggambarkan dua buah kondisi berlainan namun dihubungkan oleh benang merah yang bernama “pemenang”. Baik Inter maupun Chrisye merupakan pemenang walaupun olahraga merupakan sesuatu yang bersifat kuantitatif dan musik sesuatu yang bersifat kualitatif.
Inter Milan tak hanya mampu memenangkan liga champion, tetapi juga liga Italia dan copa Italia. Begitu pula Chrisye, Ia tak hanya menjadi ikon musik di tahun 80an, tetapi terus menjadi ikon hingga akhir hayatnya. Apa yang membuat mereka layak saya katakan sebagai pemilik kualitas pemenang?
Inter Milan mampu menjaga konsistensi permainan, baik di liga, copa, maupun champion. Mourinho sangat jeli melihat momen kapan Inter dapat mengeluarkan para pemain dan taktik terbaiknya, dan kapan Inter harus mengerem serta menggunakan pemain serta taktik secukupnya agar mampu mengamankan hasil di pertandingan selanjutnya. Dapat dilihat bahwa hingga pekan terakhir pun, Inter belum bisa memastikan diri sebagai juara liga italia. Mereka sempat terganggu dan tergoyangkan oleh AS Roma pada posisi puncak klasemen sebelum akhirnya mereka rebut kembali.
Begitu pula di Liga Champion. Inter bukanlah tim yang melaju sebagai peringkat pertama, melainkan kedua. Inter tidak membukukan hasil sempurna di setiap laga, bahkan sempat mengalami kekalahan. Tetapi Mourinho tidak menganggap itu sebagai sebuah ancaman, apalagi ketakutan. Ia tetap konsisten bermain dengan tim terbaiknya dan menggunakan taktik tertentu kala menghadapi tim yang harus ditangani dengan taktik tertentu. Ia juga tak terlalu agresif untuk menyerang ataupun menang. Adakalanya Ia lebih menginginkan bertahan ataupun kalah ketimbang ngotot untuk selalu menang. Hasil dapat kita lihat sekarang.
Bagaimana dengan Chrisye? Chrisye mengawali karir musiknya di tahun 70an. Kala itu Ia belum mendapatkan respon positif dan masih merupakan musisi semenjana. Namun secara konsisten, ia terus mengeluarkan dan beradaptasi dengan perkembangan musik kala itu. Adakalanya lagu-lagu yang diterima Chrisye tak diterima pasar, adakalanya meledak. Namun satu hal yang pasti, Chrisye selalu menjaga keseimbangan pada karirnya, tidak terlalu memaksakan diri untuk menjadi superstar, dan juga tidak membiarkan dirinya terus menjadi musisi semenjana. Ia juga memahami bagaimana ritme lagu yang tepat untuknya meskipun temponya berubah-berubah. Itulah Chrisye, seorang pemenang di dunia musik hingga akhir hayatnya.
Dua contoh tersebut menggambarkan bagaimana seorang pemenang dipastikan memiliki kualitas untuk menguasai tempo, ritme, dan keseimbangan dalam hidup, karya, dan perjuangannya. Mungkin terdapat kebingungan bagi beberapa orang apa yang saya dengan tempo, ritme, dan keseimbangan. Berikut penjelasan versi saya.
Tempo merupakan periode kecepatan. Contoh, tempo makan anda 15 menit. Artinya setiap kali makan, normalnya anda akan menghabiskan waktu 15 menit atau sekitar itu. Di dunia musik, tempo sangat berpengaruh pada emosi yang dihasilkan dari lagu tersebut. Lagu-lagu yang bertempo cepat bisa dipastikan mengandung emosi cheerful, atau angry (saya menggunakan padanan kata berbahasa inggris karena sulit menemukan arti yang tepat pada bahasa Indonesia). Sementara lagu-lagu yang bertempo lambat mengandung emosi bless, atau depression.
Sementara ritme adalah cara anda mengisi tempo. Misalnya, jika anda makan dalam tempo 15 menit, maka anda melakukannya dengan 1 kali suapan dan 15 kali mengunyah dan 1 kali menelan. Berbeda dengan tempo, ritme dapat dimodifikasi dalam berbagai bentuk. Banyak orang yang menurut saya salah kaprah menganggap ritme berarti tempo. Salah. Apakah anda mengetahui bahwa dalam komposisi band seringkali terdapat pemain gitar rhytm? Apakah mereka bertugas sebagai pemberi tempo? Tidak kawan, mereka bertugas memberikan pola pada musik yang dihasilkan. Seperti itulah ritme. Setiap orang memiliki ritme yang khas. Seorang pemenang pasti mengetahui apa ritme yang dimilikinya.
Terakhir keseimbangan. Ini adalah hal yang mutlak dibutuhkan. Pada musik, keseimbangan diatur oleh pemain bass. Pemain bass yang handal mampu memberikan keseimbangan pada musik yang dihasilkannya. Mengapa bisa seperti itu? Karena basslah yang menjadi referensi drum. Ketika bass tidak mampu menjaga keseimbangan temponya, maka tempo yang dihasilkan drum pun akan kacau balau. Jika ketiga hal ini dikuasai, maka musik yang dihasilkan pun akan menjadi enak didengar.
Begitu pula dengan perjuangan. Kita harus memahami bagaimana tempo kerja kita, seperti apa ritme kita, dan selalu berusaha menjaga keseimbangan. Pertanyaan saya, mampukah timnas Indonesia menguasai ketiga hal tersebut? Dahulu tidak, tetapi belum tentu sekarang. Menurut saya, timnas Indonesia kini telah mampu menjaga tempo dan keseimbangan. Namun timnas kita belum mampu mengenali ritme yang tepat untuk tim. Meskipun begitu, timnas tak perlu khawatir. Persoalan ritme memang menjadi masalah pada timnas di negara lain di asia tenggara.
Jika timnas mampu konsisten menjaga tempo dan keseimbangan tim, Indonesia pasti menjuarai piala AFF. Jika tidak, sulit rasanya berharap juara. Dan prediksi saya, timnas Indonesia akan menjadi juara.
Terlepas dari itu semua, apakah kita telah menguasai ketiga hal tersebut? Jika tidak, segeralah berbenah. Kita hidup dalam rentang waktu tertentu untuk bertahan hidup dan memberi kemanfaatan di muka bumi. Jika anda bukanlah pemenang, sulit untuk bertahan hidup. Apalagi menjadi nomor satu. Semoga pendidikan di Indonesia mulai memasukkan kurikulum kualitas pemenang agar menjadikan anak-anak Indonesia sebagai insan pemenang.

memang harus benar-benar dikuasai semuanya ya…