jump to navigation

Teleskop Radio, Heum.. Februari 24, 2009

Posted by faridauliatanjung in Pengetahuan Menarik.
trackback

140pic1

Alam semesta dipahami manusia melalui sifatnya yang mampu di-inderakan. Pemahaman sifat alam semesta lebih banyak dilakukan melalui media visual dikarenakan informasi melalui visual jauh lebih cepat, lebih mudah, dan lebih banyak dicerna manusia. Pemanfaatannya juga telah dilakukan sejak manusia pertama muncul di muka bumi.

Pemahaman alam semesta menggunakan visual kini telah menggunakan berbagai media seperti lensa, kaca, dll. Dengan menggunakan medium tersebut, sifat – sifat alam perlahan bisa diketahui. Namun sifat alam sangatlah kompleks, tidak sesederhana yang bisa tercerna oleh mata secara langsung.

Hal ini membuat perkembangan medium dalam menyaksikan sifat – sifat alam semakin berkembang. Dari tadinya mata telanjang, teropong, teleskop, mikroskop, dll. Masing – masing perangkat memiliki kegunaan yang berbeda. Untuk mengidentifikasi sifat – sifat alam yang berada di luar bumi, digunakan teleskop sebagai perangkat penting.

Kini, penggunaan medium tersebut telah merambah kepada sifat – sifat benda tak tampak yaitu gelombang. Alam berisikan gelombang elektromagnetik yang berkeliaran memancar sesuai sifat alamiah yang dimilikinya, termasuk benda – benda di luar bumi. Mata kita takkan mampu melihat gelombang elektromagnetik menggunakan mata telanjang. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat yang mampu menangkap gelombang elektromagnetik dan mampu menampilkannya sehingga bisa disaksikan oleh mata telanjang manusia.

Dikarenakan sifat benda – benda alam yang memancarkan gelombang elektromagnetik dengan panjang frekuensi tertentu, para penikmat ilmu pengetahuan menciptakan perangkat yang mampu digunakan untuk menangkap sifat gelombang yang berasal dari benda – benda alam. Salah satu perangkat yang berhasil diciptakan adalah teleskop radio.

Teleskop radio telah sering digunakan sejak akhir abad 20-an. Teleskop ini bekerja menangkap gelombang elektromagnetik yang berada pada daerah frekuensinya. Gelombang tersebut kemudian diolah menjadi sinyal digital yang mampu diinterpretasikan karakteristiknya.

Melalui teleskop radio, sifat – sifat alam yang tak mampu ditemui oleh teleskop optik berhasil ditemukan. Salah satu pemanfaatan teleskop radio adalah pada pemetaan hidrogen netral. Melalui pemetaan ini banyak sekali sifat – sifat alam yang terungkap.

Komentar»

1. Siti Kholisoh - Maret 12, 2009

Assalamualaikum.Wr.Wb.
sangat tertarik sekali dengan apa yang telah bapak paparkan di atas tadi. ma’af pak? saya hanya ingin bertanya.
bagaimana jika teropong ini digunakan juga ketika rukyah Hilal ( bulan ) dalam setiap penentuan awal bulan qomariyah.
apakah bisa dijamin keakuratan data yang diperoleh dari Teleskop Radio tersebut ?
Sebelumnya terimakasih.

2. faridauliatanjung - Maret 13, 2009

bisa saja. Tapi saya tak begitu mengerti dari sisi astronominya seperti apa karakteristik sifat alamiah benda langit yang anda amati (sepertinya matahari dan bulan) ketika melakukan rukyah hilal. Selain itu benda langit yang akan anda amati tentu memiliki sifat – sifat pada rentang frekuensi tertentu. Artinya teleskop tersebut harus mampu menangkap rentang frekuensi pada sinyal dari benda langit yang akan anda amati.

3. nizzah afina - Mei 9, 2011

pengamatan dengan teleskop radio ini bisa siang atauoun malam atau hanya malam saja?

4. faridauliatanjung - Mei 21, 2011

Pengamatan yang dilakukan di teleskop radio memanfaatkan gelombang radio. Teleskop, menggunakan antena, memiliki beamwidth tertentu yang berguna untuk menangkap sinyal frekuensi radio yang dipancarkan benda-benda langit.
Teleskop radio bisa saja digunakan di siang hari, tetapi dihadapkan ke arah manapun akan menangkap sinyal informasi dari matahari sehingga sulit untuk menangkap sinyal dari benda langit lain yang berjauhan di luar sana. Saya tidak memahami dampaknya terhadap pengamatan benda langit di sekitar matahari tetapi umumnya teleskop radio digunakan di malam hari agar dapat melakukan pengamatan ke benda langit lain yang sinyalnya tertangkap berdasarkan beamwidth dari antena tersebut.
Jadi, teleskop radio bisa saja digunakan di siang hari. Tetapi pada saat tersebut sulit untuk mengamati benda langit lain yang tidak searah dengan arah hadap matahari.
Apakah cukup menjawab?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.